Home » » Hanura Desak Menteri Yuddy Klarifikasi soal Cium Tangan Puan

Hanura Desak Menteri Yuddy Klarifikasi soal Cium Tangan Puan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Briokrasi (Menpan RB) yang juga sebagai kader dari Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi kepergok mencium tangan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Atas aksi Yuddy tersebut, tak pelak publik dan berbagai media sosial bertanya-tanya, ada apa dengan kader Partai Hanura tersebut dengan mencium tangan dari putri dari Megawati Soekarnoputri itu. Padahal dari segi umur Yuddy jauh lebih tua ketimbang Puan Maharani.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Dadang Rusdiana mengatakan, Yuddy harus segera menjelaskan ke publik maksud dari cium tangan tersebut. Sebelum menjadi bola panas yang terus bergulir di tengah masyarat.

"Harus menjelaskan ke publik sebelum maslah itu semakin berkepanjangan dan semakin membesar," tegas Dadang kepada Okezone di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Anggota Komisi X DPR juga meyakinkan, apa yang dilakukan koleganya tersebut hanyalah guyonan belaka. Sebab, menurut Dadang Yuddy dikenal sebagai sosok yang senang bercanda.

"Tapi menurut saya mah itu cuma bercanda saja. Ataupun itu sebagai menghormati karena Puan lebih lama berkecimpung di dunia politik, dan bisa dibilang senior dalam politik," kelitnya.

Dadang berpesan kepada publik untuk tidak mengaitkan apa-apa dibalik cium tangannya Yuddy tersebut kepada Puan. Pasalnya hal tersebut menurut Dadang hanya bersifat guyonan saja. "Media dan publik tidak perlu memperpanjang-panjang lagi, kan itu cuma biasa saja," ungkapnya.

Sebelumnya, disela-sela sidang kabinet paripurna di Istana Negara Menpan RB Yuddy Chrisnandi tertangkap kamera sedang mencium tangan Menko PMK Puan Maharani. Tak pelak aksi dari Yuddy tersebut membuat heboh dunia maya.

Foto aksi Menteri Yuddy, politikus Partai Hanura itu yang mencium tangan Menteri Puan Maharani beredar di dunia maya. Foto itu diambil oleh seorang fotografer wartawan Istana.

0 komentar:

Poskan Komentar